Kamis, 18 Desember 2014

puisi : Tema Hari IBU



KETEGARAN SEORANG IBU
-Nurma-

Ku belai tanganmu,,,,
Tak selembut dulu lagi, begitu kasar dan kering
Kuku jarimu kini terkelupas sedikit demi  sedikit
Terbayang di benakku, lelahnya dirimu banting tulang mencari nafkah

Namun.........

Tak pernah terdengar sedikitpun keluhan yang meluncur dari bibirmu
Tak pernah sekalipun kau meminta imbalan kepada ku
Tak pernah jua kau menunjukkan rasa sakit yang menggerogoti tubuhmu
Dan tak pernah kau menunjukku sebutir pun bulir-bulir halus dari matamu yang teduh

Kau selalu tegar di depan ku, walaupun kadang-kadang kau menangis dalam tidurmu
Kau selalu menyemangatiku saat ku terjatuh
Kau selalu memenuhi semua yang ku inginkan

Terimakasih Ibu,,
Pengorbananmu tak akan pernah ku sia-siakan
Dan terimakasih untuk kasih sayangmu yang abadi ini

puisi : WAJAH



Wajah
-Moh. Asaddin Nur-

Wajah ini biru
Membisu kaku
Bersimpuh setan kecil bergemuruh

Wajah ini hitam
Muram masam
Dijejali maling-maling egois, katalis kelam

Wajah-wajah itukah yang kita suguhkan
Pada jamuan malam para pahlawan
Mereka tidak apa-apa
Mereka hanya memperjuangkan kemerdekaan
Mereka tidak peduli kemenangan
Mereka hanya menegakkan empat pilar Negara

Dan wajah-wajah muda pun terus berubah
Sadar bahwa bangsa membutuhkan semangat mereka
semangat pembaruan

Hingga wajah ini merah
Berdarah-darah menggugah amarah
Menyaksikan serigala-serigala pongah tak tahu arah

Hingga wajah ini putih langsat
Penuh semangat, bertekad kuat,
memberantas maksiat

Wajah ini berhiaskan warna keberagaman
Namun wajah tetaplah wajah
Wajah persatuan

puisi : MAKRIFAT



MAKRIFAT
Oleh : Moh.AsaddinNur

Bersimpuh raga dalamkeheningan
Berlinangjiwadalamkehampaan
Refleksi yang hilang datang tertampakkan

Anginterpaku
Rembulantertunduk
Nafaspuntertahan

Pemurnianhati yang haqiqi
PenyatuandiridenganIlahi
Memancarpencarmenembuscakrawala

Bersedia ...
Siapmenyambutsurga
Dari pembuatjanji yang takkandusta

.